Daftar Harga Daging dan Sayuran di Majalengka Setelah Lebaran Idul Fitri 2024

- 22 April 2024, 16:26 WIB
Ilustrasi pedagang daging dan sayuran.
Ilustrasi pedagang daging dan sayuran. /PIKIRAN RAKYAT/ Nurhandoko/

KABARCIREBON - Harga sejumlah komodiditas sayuran dan daging paska lebaran Idul Fitri 2024 di pasar tradisional Majalengka mulai normal, walaupun masih ada sejumlah komoditas yang harganya tetap tinggi karena pasokan masih terbatas.

Komoditas harga yang masih tetap tinggi di antaranya adalah bawang merah biasa dan bawang merah sumenep yang sudah lama bertahan di harga Rp 60.000 per kg.

Selain itu ikan mas yang bertahan di harga Rp 42.000 per kg sejak menjelang lebaran, demikian juga dengan harga ikan nila masih seharga Rp 40.000 per kg, harga nila sama dengan harga ikan kembung Rp 40.000, serta lele sebesar Rp 32.000 per kg dan gurami Rp 80.000 per kg.

Baca Juga: Ajang Trayout PON Aceh Sumut 2024, 671 Pemanah Aceh Sampai Papua Ikuti Caruban Nagari Archery Open Tournament

Harga daging aram ras, ayam kampung dan daging sapi mendekat harga normal. Harga daging ayam ras sudah kembali ke harga Rp 44.000 per kg, ayam kampung sudah mulai turun menjadi Rp 85.000 dari harga Rp 90.000, sementara harga normalnya hanya Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kg.

Harga daging sapi juga mendekati harga normal setelah pada Senin 22 April 2024 turun sebesar Rp 10.000 per kg atau menjadi Rp 150.000 per kg. Harga telur juga turun sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 29.000 per kg.

Harga yang mengalami kenaikan adalah gula putih lokal yang kini menjadi Rp 18.000 per kg. Walaupun kenaikannya sedikit namun kenaikan harga gula dikeluhkan perajin kue karena kenaikan harga gula sangat berpengaruh terhadap harga jual kue.

Baca Juga: Tiga Karateka FORKI Kota Cirebon Raih Medali Emas

Riri pedagang kue basah yang dagangannya dititipkan kepada para pedagang kue di sejumlah tempat mengatakan, kenaikan harga sebesar Rp 1.000 baginya sangat terasa karena mahalnya bahan baku kue tidak hanya berasal dari gula putih namun juga bahan baku lainnya.

“Bisa jadi kalau dari satu komponen harganya hanya naik Rp 1.000 tapi kan harga telur, terigu, mentega juga sama mahal. Kalau di kalkulasi dampaknya bsia besar juga,” kata Riri.

Halaman:

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah