Kisah Inspiratif, Petani Kangkung Asal Majalengka Berangkat Haji dari Uang Menabung Puluhan Tahun

- 20 Mei 2024, 20:22 WIB
Muhamad Ali Usman (49 tahun) petani kangkung asal Blok Cikenong, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.*
Muhamad Ali Usman (49 tahun) petani kangkung asal Blok Cikenong, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.* /Kabar Cirebon/Foto Tati Purwati/

KABARCIREBON - Seorang petani kangkung Muhamad Ali Usman (49 tahun) asal Blok Cikenong, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. Ikhtiar petani kangkung ini merupakan kisah inspiratif bagi anda yang ingin menunaikan rukun Islam kelima.

Uang biaya haji tersebut merupakan hasil menabung selama puluhan tahun. Uang tersebut hasil jerih payah berjualan kangkung.

Bertani Kangkung Sejak Tahun 1999

Muhamad Ali Usman tengah memetik kangkung di kebun kangnungnya di Cikenong. Dari berjualan kangkung yang disisihkannya sehari Rp 50.000 kini dia bisa berhaji setelah menabung sejak puluhan tahun lalu.*
Muhamad Ali Usman tengah memetik kangkung di kebun kangnungnya di Cikenong. Dari berjualan kangkung yang disisihkannya sehari Rp 50.000 kini dia bisa berhaji setelah menabung sejak puluhan tahun lalu.*

Ali adalah petani kangkung sejak tahun 1999 di lahan seluas 125 bata mengikuti jejak kedua orang tuanya. Dari lahan seluas itu, dia bisa menjual kangkung setiap hari sebanyak 400 hingga 600 ikat dengan harga Rp 350.000.

Baca Juga: Mobil Jeep Jadul Warnai Sejarah Otomotif Dunia, Perkasa di Semua Medan Jalanan, Segini Kisaran Harganya

Kangkung air hasil panen, dia jual ke Pasar Kadipaten atau terkadang ada pembeli yang datang langsung ke kebun kangkunganya di Cikenong.

Dari hasil penjualan kangkung, sebagian dia tabungkan minimal sebesar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari untuk berhaji.

Niatan berhaji sudah ada sejak dia masih muda. Ia termotivasi dari kedua orang tuanya yang juga sudah berhaji dari berjualan kangkung di luas lahan yang juga tidak seberapa.

Baca Juga: Bus Damri Layani Warga Bandung ke Kertajati International Airport Lewat Tol Cisumdawu dengan Tarif Rp 80.000

“Tahun 2013, saya bersama istri dan kedua orang tua ikut mendaftar haji. Sejak itu, saya terus menabung dari hasil jualan kangkung untuk melunasi ONH. Tetapi, terkadang juga tidak menabung. Jika hasil jualan kurang dari target atau ada kebutuhan lain sehingga uang terganggu,” ungkap Ali.

Halaman:

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah