Sejumlah Perusahaan di Majalengka Buka 4.995 Lowongan Kerjar, Pj Bupati: Evaluasi Ketersediaan Loker Jobfair

- 28 Mei 2024, 13:39 WIB
Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi melihat - lihat stan di bursa kerja  yang diselenggarakan di SMK 1 Majalengka, Selasa (28/5/2024), bursa kerja yang tersedia sebanyak 4.995 orang ini kebanyakan persuahaan menerima tanag kerja perempuan, hanya 10 % lowongan kerja untuk laki - laki . Dedi akan emngev
Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi melihat - lihat stan di bursa kerja yang diselenggarakan di SMK 1 Majalengka, Selasa (28/5/2024), bursa kerja yang tersedia sebanyak 4.995 orang ini kebanyakan persuahaan menerima tanag kerja perempuan, hanya 10 % lowongan kerja untuk laki - laki . Dedi akan emngev /Foto/Tati/KC/

KABARCIREBON - Sejumlah perusahaan di Majalengka membuka bursa lowongan kerja (Loker) bagi 4.995 calon pendaftar, sayangnya kebanyakan lowongan kerja diperuntukan bagi kaum perempuan, hanya 10 persen saja pasar kerja yang diperuntukan bagi laki – laki.

Padahal selama ini banyak laki – laki yang mebutuhkan lapangan pekerjaan, manun seolah lapangan kerja bagi laki – laki lebih sempit dibanding perempuan. Atas hal tersebut Pj Bupati Majalengka segera melakukan evaluasi apa yang menjadikan lowongan pekerjaan sangat timpang.

Evaluasi Ketersedian Loker di Jobfair

Sejumlah pencari kerja mendatangi jobfair yang diselenggarakan di SMK 1 Majalengka, Selasa (28/5/2024), bursa kerja yang tersedia sebanyak 4.995 orang ini kebanyakan persuahaan menerima tanag kerja perempuan, hanya 10 % lowongan kerja untuk laki - laki
Sejumlah pencari kerja mendatangi jobfair yang diselenggarakan di SMK 1 Majalengka, Selasa (28/5/2024), bursa kerja yang tersedia sebanyak 4.995 orang ini kebanyakan persuahaan menerima tanag kerja perempuan, hanya 10 % lowongan kerja untuk laki - laki
“Harus dievaluasi, pada jobfair sekarang ini ketersediaan lowongan kerja untuk laki - laki ternyata hanya 10 persen an saja, kebanyakan perusahaan mnyediakan bursa kerja untuk perempuan. Harus kita evaluasi juga kenapa perempuan,” ungkap Dedi.

Baca Juga: Ingin Membeli Rumah Tanpa DP? Ini Daftar Bank Penyedia KPR Rumah Tanpa DP

Selain itu, Dedi pun mengatakan perlunya melakukan evaluasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Setiap sekolah harus mulai merubah kurikulum sekolahnya dengan kurkulum yang benar – benar dibuthkan industri atau pasar kerja.

Jangan sampai kurukulum sekolah justru yang tidak dibutuhkan industri yang ada, dengan begitu lulusan sekolahnya akan sulit mendapatkan pekerjaan karena ilmu atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai kebutuhan di perusahaan atau idustri yang ada.

“Makanya kurikulum sekolah harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada, kurikulum SMK harus menyiapkan pendidikan yang diharapkan oleh pasar kerja. Dengan begitu bukan lagi calon tenaga kerja yang mencari pekerjaan melainkan sebaliknya, perusahaan yang akan datang ke sekolah untuk mengambil tenaga kerja,” ungkap Dedi Supandi.

Baca Juga: Eksplor Wisata Lembang Bandung: Dari Nongki Cantik-Nikmati Pemandangan Alam nan Eksotis Bisa Didapat di Sini!

Liga membawa dampak

Disisi lain Dedi mengatakan, diselenggarakannya liga buruh di Kabupaten Majalengka beberapa hari lalu bertepatan dengan peringatan Hari Buruh, membawa dampak positif bagi perusahaan dan calon tenaga kerja.

Halaman:

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah