PMII Cirebon: Miris Lihat Jalan Depan Kantor PUPR Rusak Parah

- 28 Mei 2024, 16:15 WIB
Massa dari PMII Cirebon melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Kota Cirebon
Massa dari PMII Cirebon melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Kota Cirebon /Iskandar Kabar Cirebon /

KABARCIREBON - Massa mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon menggeruduk kantor DPRD Kota Cirebon. Massa PMII Cirebon awalnya melakukan aksi orasi di depan Kantor DPRD Kota Cirebon. Mereka berorasi seara bergantian membawa sejumlah tuntutan. 

Massa PMII Cirebon juga sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas sejumlah kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Darerah Kota Cirebon. Jalan Siliwangi sempat ditutup akibat aksi unjuk rasa massa PMII ini. Aksi unjuk rasa ini juga dijaga ketat petugas kepolisian.

Massa PMII menyoroti beberapa permasalahan yang ada di Kota Cirebon, antara lain infrastruktur jalan yang dinilai banyak kerusakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopilihur yang over kapasitas dan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Baca Juga: Usai Banjir Bandang, Warga Pasaleman Kabupaten Cirebon Diserang Berbagai Penyakit

Selang beberapa saat setelah orasi, massa PMII akhirnya dibolehkan untuk masuk halaman kantor DPRD Kota Cirebon. Mereka ditemui anggota DPRD Kota Cirebon Fraksi PDI Perjuangan, Edi Suripno dan perwakilan dari Pemda Kota Cirebon, Sumanto dan Buntoro Tirto. Namun, pada akhirnya, massa beraudiensi di ruang Griya Sawala, DPRD Kota Cirebon.

Ketua PC PMII Cirebon, Sayroti Ikhwan mengatakan, PC PMII Cirebon menyoroti setidaknya tiga permasalahan krusial yang ada di Kota Cirebon. Pertama yakni soal infrastruktur di Kota Cirebon. Ia menilai, infrastruktur di Kota Cirebon mengalami rusak parah, utamanya di jalan terusan Pemuda. 

"Di sana jalannya rusak, lebih miris di mana tepat di depan kantor PUPR Kota Cirebon. Hal ini seolah-olah PUPR tutup mata akan hal itu, belum lagi permasalahan mengenai banjir tahunan di depan dinas tersebut," kata Sayroti Ikhwan.

Baca Juga: Kapolres Cirebon Kota Terima Kunjungan DPM BEM UGJ

Ia menambahkan, begitu pula permasalahan TPA Kopilhur yang berada di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti yang sudah over kapasitas. Menurutnya, banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan adanya bau tidak sedap dan polusi udara yang tidak sehat. 

"Belum lagi problem pengelolaan sampah yang sangat kurang dan meyebabkan tercemarnya air, tanah dan juga polusi udara yang meresahkan masyarakat," tuturnya.

Halaman:

Editor: Fanny Crisna Matahari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah