Kang Dedi Mulyadi Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Bertemu Janda Cantik, Teteh Hebat...

- 12 April 2024, 20:15 WIB
Kang Dedi Mulyadi saat memberikan semangat kepada seorang penyandang disabilitas adik dari Tuti, janda cantik di sebuah perkampungan di Kabupaten Subang saat ngabuburit menjelang lebaran Idul Fitri 2024.***
Kang Dedi Mulyadi saat memberikan semangat kepada seorang penyandang disabilitas adik dari Tuti, janda cantik di sebuah perkampungan di Kabupaten Subang saat ngabuburit menjelang lebaran Idul Fitri 2024.*** /Kabar Cirebon/

KABARCIREBON - Kang Dedi Mulyadi (KDM) memiliki pengalaman luar biasa selama Ramadan 2024. Ketika ia ngabuburit keluar masuk perkampungan di sekitaran daerah Subang, Jawa Barat, bertemu Tuti Handayani (35 tahun), seorang janda cantik di Babakan Bandung, Kecamatan/Kabupaten Subang.

Janda ini membuat kagum Kang Dedi Mulyadi (KDM). Terungkap, tak hanya menghidupi kedua anaknya, janda cantik itu sehari-hari juga mengurus kedua orang tuanya yang sakit, serta mengurus satu adik kandungnya yang disabilitas.

Pertemuan Kang Dedi Mulyadi dengan janda cantik itu bermula saat politisi Partai Gerindra itu, bertemu seorang pemuda disabilitas bernama Diki Tomi. Ia sedang duduk di papan beroda dan menggunakan tangannya untuk berjalan di sekitaran Babakan Bandung.

Baca Juga: Dua Hari Usai Lebaran 2024, Ribuan Kendaraan Mulai Lintasi Jalur Pantura Cirebon

Kang Dedi Mulyadi lantas meminta Diki menunjukkan rumahnya. Sesampainya di rumah didapati fakta ternyata ia hidup dengan ibu yang mengalami sakit komplikasi gagal ginjal dan harus rutin cuci darah di RS Ciereng. Sementara bapaknya, menderita sakit stroke namun tidak berobat karena ketiadaan BPJS.

Dari dalam rumah muncul seorang wnaita paruh baya, kemudian diketahui bernama, Tuti yang merupakan kakak dari Diki. Tuti seorang janda. Suaminya meninggal karena sakit saat ia hamil tua anak kedua empat tahun lalu.

“Dulu suami kerja menjahit. Kalau saya kerja di pabrik sudah 10 tahun untuk membiayai semua keluarga,” ucap Tuti.

Baca Juga: Mudik Lebaran, 2,8 Juta Kendaraan Lintasi Tol Astra Infra

Dalam satu bulan, Tuti mendapat gaji Rp 3,2 juta dipotong cicilan bekas membangun rumah Rp 900 ribu. Sisanya ia gunakan untuk menghidupi kedua anaknya, adiknya yang disabilitas, dan biaya merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Di tengah kesibukannya bekerja Tuti masih bisa membagi waktu mengurus segalanya. Bahkan tak jarang ia harus bergegas pulang kerja untuk mengantar ibunya rutin cuci darah ke rumah sakit.

Halaman:

Editor: Muhammad Alif Santosa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah