Komnas HAM Minta Polda Jabar Lebih Profesional Penanganan dan Penangkapan Satu DPO Kasus Vina Cirebon

- 28 Mei 2024, 08:30 WIB
Logo Komnas HAM RI
Logo Komnas HAM RI /komnasham.go.id

KABARCIREBON - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepada jajaran Kepolisan Polda Jawa Barat (Jabar) untuk lebih profesional dalam penanganan dan penangkapan salah satu DPO pada kasus Vina Cirebon.

"Yah sebenarnya prinsip-prinsip proses penegakan hukum itu harus diimbangi dengan profesionalisme, selain mengedepakan prinsip kehati-hatian, transfaransi serta akuntabel," ungkap Koordinator Subkomisi Penegakan Komnas HAM Uli Parulian kepada sejumlah awak media saat menerima pengaduan laporan dari tim kuasa hukum keluarga Vina yang dipimpin Putri Maya Rumanti Senin, 27 Mei 2024.

Polda Jabar Memilki Peraturan Sendiri

Polda Jabar melakukan rilis kasus  Vina Cirebon di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/5/2024).
Polda Jabar melakukan rilis kasus Vina Cirebon di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/5/2024).
Menurutnya, bahwa kepolisian Polda Jabar saat ini sudah memiliki peraturan sendiri, dengan Nomor 8 Tahun 2009 terkait hak asasi manusia itu, benar.

Baca Juga: Ingin Membeli Rumah Tanpa DP? Ini Daftar Bank Penyedia KPR Rumah Tanpa DP

"Ini tentu akan menjadi atensi bagi Komnas HAM, dan yang terpenting lagi dari peraturan tersebut juga harus dapat diterapkan dalam penegakan hukam yang sebenarnya," katanya.

Sedangkan terkait tindak lanjut terhadap keluarga korban, Uli mengatakan, Komnas HAM akan memastikan pemulihan terhadap keluarga korban. Karena kata Uli, dengan semakin viralnya kasus tersebut akan memberikan dampak psikologi luar biasa terhadap keluarga korban.

"Memang ini bukan kewenangan pihak dari Kepolisian, tetapi ini juga penting untuk dikoordinasikan dengan pihak-pihak tertentu, seperti halnya Dinas Sosial (Dinsos),"

Baca Juga: Singgah di Wisata Alam Bandung Ini: Nikmati Sunset-Alamnya yang Sejuk Jadi Daya Tarik bagi Pelancong

"Sehingga ini penting bagi para keluarga korban untuk bisa mendapatkan semacam psikolog klinik. Selain itu, kami juga akan terus mendorong dan memeriksa para pihak lainnya, terkait dengan tindak lanjut dari kasus tersebut, untuk kedepanya," paparnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Vina, Putri Maya Rumanti mengatakan, pihaknya meyakini jika ke dua DPO yakni Dani dan Andi yang hingga kini masih belum juga tertangkap itu, tidak fiktif sebagaimana yang disampaikan Polda Jabar.

Halaman:

Editor: Epih Pahlapi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah