Pra Rekonstruksi Digelar, Kuasa Hukum Pegi Setiawan Kecewa Tidak Diberitahu, Katanya Cuma Survei

- 30 Mei 2024, 01:54 WIB
Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni merasa kecewa karena tidak diberitahu terkait pra-rekonstruksi yang digelar Polres Cirebon Kota bersama Polda Jabar, Rabu 29 Mei 2024 malam.
Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni merasa kecewa karena tidak diberitahu terkait pra-rekonstruksi yang digelar Polres Cirebon Kota bersama Polda Jabar, Rabu 29 Mei 2024 malam. /Kabar Cirebon/Foto Jaka/

KABARCIREBON - Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM merasa kecewa karena tidak diberitahu terkait pra rekonstruksi yang digelar Polres Cirebon Kota bersama Polda Jabar.

Diketahui, Polres Cirebon Kota bersama Polda Jabar menggelar pra rekonstruksi terkait kasus Vina dan Eky di beberapa lokasi seperti di depan SMP Negeri 11 Kota Cirebon dan Fly Over Talun Kabupaten Cirebon pada Rabu, 29 Mei 2024 malam.

"Kami ini sebenarnya tidak dikabari mengenai pra rekonstruksi ini. Kami justru mengetahuinya dari media," kata Toni saat berada di lokasi pra rekonstruksi.

Baca Juga: Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Vina dan Eky Malam Hari, Dimulai Depan SMP Negeri 11 Kota Cirebon

Menurutnya, dalam KUHAP, tersangka yang terancam hukuman pidana lebih dari lima tahun harus didampingi kuasa hukum saat pemeriksaan, termasuk ketika pra rekonstruksi.

"Tersangka yang diancam hukuman 5 tahun lebih itu harus didampingi di tahap pemeriksaannya. Rekonstruksi ini kan bagian dari pemeriksaan, proses penyelidikan untuk membuat terang, ini tidak didampingi, kalau memang Pegi Setiawan nya ada," tuturnya.

Pihaknya berusaha menanyakan terkait pihaknya tidak diberitahu soal jadwal pra rekonstruksi tersebut kepada penyidik.

Baca Juga: Keseharian Vina di Rumah Sebelum Kejadian, Mengaku Diganggu Dua Pria dan Minta Uang Rp 50 Ribu ke Sang Kakak

"Saya pertanyakan ke penyidik, kenapa tidak diberi tahu kuasa hukum. Kami mau ketemu penyidik, tapi kesulitan. Kami khawatir, Pegi tidak melakukan, disuruh melakukan. Kami kecewa, harusnya dikasih tahu biar fair," jelas Toni.

Kasus ini, lanjut Toni, sudah menjadi perhatian publik, se-Indonesia memantau dan memonitor.

Halaman:

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah