Ini Alasan Nuruzzaman Pilih PDI Perjuangan Daftar Bakal Calon Bupati Setelah Dapat Perintah Kiai

- 21 April 2024, 18:42 WIB
Nuruzzaman, Staf Khusus Menteri Agama RI yang daftar sebagai Bakal Calon Bupati Cirebon dari PDI Perjuangan dalam pilkada serentak pada 27 November 2024.**
Nuruzzaman, Staf Khusus Menteri Agama RI yang daftar sebagai Bakal Calon Bupati Cirebon dari PDI Perjuangan dalam pilkada serentak pada 27 November 2024.** /Kabar Cirebon/Muhammad Alif Santosa/Foto Istimewa/

KABARCIREBON - Staf Khusus Menteri Agama RI yang juga Dosen Universitas Gunung Jati (UGC) Cirebon, Dr. H. Mohammad Nuruzzaman, S.Ag.,M.Si mengungkap alasan kenapa memilih PDI Perjuangan untuk daftar sebagai bakal calon bupati Cirebon.

Ia juga menegaskan, dorongan kuat yang membuatnya daftar sebagai bakal calon bupati karena mendapat perintah kiai dari sejumlah pondok pesantren dan kiai NU.

"Nggak mungkin saya daftar kalau tidak ada perintah kiai. Sebagai seorang santri, perintah kiai itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan," ujar Nuruzzaman saat dikonfirmasi Kabar Cirebon, Minggu, 21 April 2024.

Baca Juga: Jelang Pilbup Cirebon 2024, Inilah Tokoh yang Bertarung Berebut Rekomendasi DPP PDIP

Perintah para kiai ke Nuruzzaman agar maju dalam bursa Pemilihan Bupati Cirebon 2024 ini, karena terkait kondisi Kabupaten Cirebon yang dianggap para kiai memprihatinkan. Dan perlu perbaikan serta perubahan yang signifikan.

"Sekali lagi, saya ini santri yang pantang menolak perintah kiai," tandasnya.

Ada lima alasan dirinya memilih PDI Perjuangan. Pertama, ternyata Nuruzzaman sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan (PDIP). Bahkan, berbekal KTP PDIP itu, ia nyalon legislatif untuk kursi DPR RI di Dapil Jabar 3. Sebagai pendatang baru di Dapil Jabar 3, Nuruzzaman meraih 25 ribu suara.

Baca Juga: Rumah Produksi Intip Nasi di Kabupaten Cirebon Terbakar Gegara Pemiliknya Ketiduran

"Saya nyaleg DPR RI dari PDI Perjuangan juga atas perintah kiai. Di Dapil Jabar 3, saya pendatang baru. Karena, aslinya kan saya di Cirebon. Dan saya laksanakan perintah itu sebaik mungkin," ujarnya.

Alasan kedua, kata Nuruzzaman, sampai saat ini hanya PDIP yang membuka pendaftaran untuk calon bupati Cirebon secara terbuka. "Karena, partai politik lain tidak ada atau belum ada," ujar Nuruzzaman.

Kemudian, ⁠lanjutnya, secara faktual PDIP adalah partai yang tidak membutuhkan partai koalisi karena kursi yang di dapat 20 persen lebih. Walaupun melakukan koalisi dalam cabub harus dilakukan sebagai upaya memaksimalkan dukungan politik dan memenangkan pertarungan politik.

Halaman:

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah