Pj Bupati: Pemkab Majalengka Siap Gulirkan 5 Program Skala Prioritas, Apa Saja?

- 19 April 2024, 07:00 WIB
Ilustrasi. Pemkab Majalengka Siap Gulirkan 5 Program Skala Prioritas
Ilustrasi. Pemkab Majalengka Siap Gulirkan 5 Program Skala Prioritas /Pixabay/Sasint

KABARCIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka siap gulirkan kelima program skala prioritas yang akan ditangani pada 2024. Pertama penanganan stunting meskipun jumlah kasusnya dari tahun ke tahun menunjukan angka penurunan melalui penanganan yang dilakukan secara serius.

Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi mengungkapkan hal itu pada Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dan RPJMD Kabupaten Majalengka 2025-2045, pada salah satu hotel di Majalengka Kamis, 18 April 2024.

Disampaikan Pj Bupati, angka stunting di Kabupaten Majalengka berdasar data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-EPPGM) data stunting mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Tundukan Australia, Timnas Indonesia Amankan Tiga Poin di Piala Asia U-23

"Pada 2023 mengalami penurunan menjadi 3,12% atau 2.465 balita stunting dari jumlah total balita yang diukur mencapai 79.101 balita," ungkap Dedi.

Adapun prioritas kedua yang dilakukan pemerintah yakni penanganan kemiskinan. Trend penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Majalengka sejak berakhirnya Covid-19 pada 2021 hingga dengan 2023 alami penurunan dari 3,58% menjadi 0,86%.

Ini menunjukan ternd positif, sebagai bukti bahwa angka kemiskinan terus menurun, Laju Pertumbunan Ekonomi naik.

Baca Juga: Tandukan Komang Baru Saja Getarkan Jala Gawang Australia, Kedudukan Sementara Timnas Unggul 1-0

Pemerintah Kabupaten Majalengka menjadikan setandar pelayanan minimal menjadi prioritas berikutnya. Indikator Pencapain SPM Majelngka Pra TWI V Tahun 2023 96,3 % atau termasuk 50 besar nasional, 5 besar tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketahanan pangan juga menjadi utama yang harus ditangani. Kini berdasarkan data stok beras di bulan Febuari sampai dengan minggu ke III tersedia sebanya 11.590 ton, sedangkan kebutuhan kosumsi sebanyak 8.376 ton, jika melihat data tersebut maka terjadi surflus 3.214 ton.

Halaman:

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah