Oknum Guru di Majalengka Diduga Perkosa Muridnya, Viral di Medsos. Ini Respon Polres Majalengka dan Caleg PPP

26 Januari 2024, 23:01 WIB
Viral di Media Sosial (Medsos) terkait dugaan seorang oknum guru di Majalengka memperkosa siswanya sendiri dengan cara memberikan minuman keras /Potongan layar/

KABARCIREBON-Kabar mengejutkan beredar luas di media sosial (medsos), terkait adanya dugaan kasus pemerkosaan yang melibatkan oknum guru SMP di Kabupaten Majalengka, terhadap siswanya sendiri.

Pelakunya diduga seorang guru agama dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Pemkab Majalengka.Informasinya, pemerkosaan sendiri bukan hanya dilakukan oleh oknum oknum guru itu sendiri, namun melibatkan 10 orang teman guru tersebut.

Dengan cara mencekoki korban yang notabene muridnya sendiri, dengan minuman keras (miras). Peristiwa memilukan itu dilakukan pada pukul 1 dini hari belum lama ini.

Baca Juga: Puncak HBI Ke-74 Diselenggarakan di BIJB Kertajati Majalengka

Ironisnya lagi, para pelaku sendiri kabarnya masih bebas berkeliaran dan belum diringkus aparat kepolisian. Narasi itu seperti terungkap dalam media sosial, infomajalengka.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka belum berkomentar dan mengambil tindakan tegas terkait kabar ini. Kepala Dinas Pendidikan, Dr Hj. Lilis Yuliasih, M Pd saat dikonfirmasi wartawan perihal ini tidak memberikan jawaban apapun. Baik saat dihubungi via ponselnya maupun pesan singkatnya.

Namun aparat kepolisian melalui Call Center Kapolres Majalengka, langsung merespon dengan cepat kabar tersebut. Dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Baca Juga: 120.000 Orang Majalengka Dinyatakan Miskin, Pj Bupati Cari Penyebabnya

"Assalamualaikum. Selamat malam pak, kami dari satreskrim polres majalengka. Menindak lanjuti WA bapak di hallo pak kapolres, terlait pelaporan pencabulan olh oknum guru dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi." Begitu pesan singkat dari call center Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi Indera Novianto, S.IK.

Mendapat informasi ini, mantan wartawan yang kini maju sebagai calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Zaini Shofari pun ikut bersuara.

Menurut mantan aktivis ini, dirinya mengaku prihatin jika kabar ini terbukti benar dengan melibatkan seorang tenaga pendidik. Tentunya perilaku ini telah mencoreng profesi seorang guru dan menodai dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. Apalagi pelakunya kabarnya seorang guru agama, yang seharusnya menjadi teladan bagi para siswanya.

Baca Juga: 27.545 Anggota KPPS Majalengka Dilantik, Ternyata Kerjanya Cuma Satu Bulan

"Memang ini baru sebatas isu, namun jika memang terjadi, sungguh sangat memalukan. Dan tentunya para pelakunya harus mendapatkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,"ucap calon anggota DPRD Jabar, asal Dapil Majalengka, Subang dan Sumedang ini.

Ia pun mengecam keras perbuatan tercela yang dilakukan itu, sebab tak hanya melukai korban secara fisik dan masa depannya, namun juga menciderai nilai-nilai moral dan kode etik seorang guru.

"Kalau peristiwa rudapaksa ini melibatkan masyarakat biasa mungkin berita ini sudah biasa. Ini yang disesalkan itu melibatkan seorang guru, yang seharusnya sikapnya itu digugu dan ditiru,"tutupnya.***

Editor: Jejep Falahul Alam

Sumber: liputan

Tags

Terkini

Terpopuler