Jet Tempur F-16 AS Halau Empat Pesawat Rusia di Alaska, NATO Tegaskan Dukung Pertahanan Ukraina

- 15 Februari 2023, 10:30 WIB
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara AS.*
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara AS.* /Foto: REUTERS/Ints Kalnins/REUTERS

KABARCIREBON - Jet tempur F-16 miliki Amerika Serikat (AS) berhasil menghalau empat pesawat Rusia di dekat Alas.

Sementara itu, aliansi politik dan militer internasional yang tergabung dalam NATO menegaskan dukungan pertahanan terhadap Ukraina.

Informasi yang dihimpun Kabar Cirebon, Rabu, 15 Februari 2023, apa yang dilakukan militer udara AS menghalau pesawat Rusia adalah aktivitas rutin.

Baca Juga: Erdogan Gelontorkan Rp 80 Triliun, Korban Tewas Gempa Turki dan Suriah Tembus 28 Ribu Orang

Hal itu diungkap Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD AS-Kanada. "Ini adalah pencegatan rutin," katanya.

Empat pesawat Rusia yang dihalau jet tempur AS itu termasuk di antaranya pesawat pembom Tu-95 dan pesawat tempur Su-35.

Pewasat tempur AS yang ditempatkan di Amerika Utara melihat tindakan ofensif yang jarang terjadi bulan ini. Yakni menembak jatuh balon pengintai China dan tiga benda tak dikenal.

Baca Juga: Gawat, 500 WNI Mayoritas Pelajar Tinggal di Areal Terdampak Gempa Turki, Ini Penjelasan KBRI

Sementara itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak menganggap pihaknya berkonflik dengan Rusia. Kendati begitu, NATO tetap akan memasok persenjataan yang lebih canggih dan berat ke Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Nato, Jens Stoltenberk dikutip Kabar Cirebon dari Kantor Berita Antara, Rabu, 15 Februari 2023.

Saat itu, Jens Stoltenberk tiba untuk menghadiri pertemuan para menteri pertahanan negara-negara anggota blok tersebut, Selasa, 14 Februari 2023.

Baca Juga: Ular Sanca Kepala Dua Lahir di Australia, Di Riau Indonesia Juga Pernah Ditemukan Amar PD

"Kami tentu saja punya hak untuk membantu Ukraina menegakkan hak membela diri. Jadi Nato dan sekutu-sekutu Nato bukanlah pihak yang berkonflik namun mendukung Ukraina membela diri," katanya.

Menurut Stoltenberg, jenis senjata yang dipasok di Ukraina telah berkembang sesuai dengan perkembangan perang.

Pada awalnya, kata Stoltenberg, perhatian besar diarahkan pada penyediaan Rudal Anti Tank, dan Javelin.

Baca Juga: Tak Kuasa Meneteskan Air Mata, Ibunda Rosti Tunjukan Foto Brigadir J: Putri Ini Ajudan Terbaik yang Kau Bunuh

"Lalu kami meliha kebutuhan mendesak akan artileri dan para sekutu mulai meningkatkan pengiriman arlileri modern yang canggih. Kemudian, pertahanan udara menjadi fokus utama dan sekarang persenjataan berat," kata dia

Stoltenberk mengatakan NATO telah menerapkan penguatan pertahanan kolektif terbesar dalam satu generasi sejak 2014. Karena menurutnya, perang tidak dimulai pada Februari tahun lalu melainkan tahun 2014.

Tank, kendaran tempur infantri dan amunisi sekarang menjadi prioritas NATO sebagai persenjataan yang akan dikirim ke Ukraina.

Baca Juga: Alasan Hakim Jatuhi Hukuman Mati, Tidak Ada Alasan Pemaaf dan Pembenar Pada Diri Ferdy Sambo

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah mengirimkan apa yang telah kami janjikan dan ini akan menjadi isu utama pada pertemuan hari ini di NATO," tambahnya.***

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x