Hujan Deras Sambut Pemudik di Jalur Pantura Cirebon H-5 Lebaran Idul Fitri 2024, Ini Prediksi Cuaca dari BMKG

7 April 2024, 07:28 WIB
Pemudik membonceng istri dan anaknya saat melintasi jalur pantura Cirebon. Hujan deras menyamput pemudik yang melintasi jalur pantura Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 6 April 2024. Hujan deras berlangsung sekitar 1 jam.* /Kabar Cirebon/Foto Muhammad Alif Santosa/

KABARCIREBON - Hujan deras menyamput pemudik yang melintasi jalur pantura Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 6 April 2024. Hujan deras berlangsung sekitar 1 jam.

Pantauan Kabar Cirebon, kendati hujan cukup deras, namun sebagian pemudik nekat tetap menerabasnya. Para pemudik sebagian besar menggunakan jas hujan sehingga aman saat digunakan dalam kondisi hujan.

Meski begitu, banyak pula pemudik yang memilih berteduh di tempat-tempat peristirahatan maupun lapak-lapak PKL dan pos yang didirikan polisi, relawan dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Arus Lalu Lintas Menyemut di Perumnas Kota Cirebon Arah By Pass, Jarak 1 Kilometer Bisa Ditempuh 40 Menit

Informasi yang dihimpun Kabar Cirebon, cuaca ekstrem bakal terjadi pada arus mudik dan balik lebaran 2024 ini. Karenanya, para pemudik agar meningkatkan kehati-hatiannya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di sebagian wilayah Indonesia pada puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya akan terus mengupdate kabar terbaru cuaca di Indonesia. Sehingga, pemudik bisa memilih waktu yang tepat untuk pulang ke kampung halaman.

Baca Juga: Arus Mudik di Kota Cirebon, Hindari Perlintasan Kereta Api, Traffick Padat Palang Pintu Nutup Tiap 5 Menit

"BMKG akan memberikan informasi dini terkait dengan kondisi cuaca, bisa enam jam sebelum kejadian atau bahkan tiga hari sebelum kejadian," ungkap Kepala BMKG Dwikorita dikutip dari laman BMKG saat berada di Auditorium Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 5 April 2024.

Prakiraan cuaca akan dilakukan secara real time oleh BMKG di websitenya. Informasi ini sangat penting untuk dijadikan rujukan bagi para pemudik yang ingin pulang kampung melalu jalur udara, laut dan darat.

BMKG mendukung suksesnya arus mudik dan balik lebaran 2024 dengan terus memberikan update informasi cuaca. Pihaknya membagi tiga platform untuk pusat informasi cuaca yang diintegrasi bisa diakses masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Mudik Gratis Polresta Cirebon untuk Ojek Online hingga Juru Parkir dan Pedagang

1. Penerbangan

Ada pun informasi cuaca penerbangan yang diberikan BMKG meliputi radar cuaca, satelit cuaca, SIGMET, SIGWX high level, holding area, kondisi cuaca bandara dan informasi prakiraan cuaca bandara yang bisa diakses pilot sebelum penerbangan dimulai sebagai acuan.

Karenanya biasanya, ancaman terbesar terhadap moda penerbangan adalah abu vulkanik, dan cuaca ekstrem seperti badai tropis.

2. Jalur Darat

Layanan informasi signature atau prakiraan cuaca transportasi darat disiapkan BMKG saat mudik lebaran. Yang terpenting adalah aplikasi InfoBMKG harus diunduh sebagai acuan untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca secara berkala.

Kemudian, pemudik juga dapat menginput data jalur-jalur yang bisa dilewati untuk menghindari kemacetan total selama arus mudik lebaran 2024.

3. Jalur Laut

Layanan informasi yang dapat dipakai adalah Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) atau Sistem Informasi Cuaca Maritim.

Baca Juga: Ini 15 Link Twibbon Gratis Hari Raya Idulfitir 1445 H/2024 dengan Desain Lebih Segar

Meliputi penginputan data kapal seperti prakiraan cuaca pada jalur pelayaran, extreme weather untuk tipe kategori yang mengarah ke kapal cargo, fishing, barge, dan fery.

Kemudian, pada penyediaan kapa dari sefety risk index. Nantinya akan meliputan prakiraan cuaca pelabuhan, BMKG Ocean Modeling, sateling terhadap cuaca awan, satelit gelombang laut atau altimetri dan arus laut significant. Lalu ada HF Radar sebagai salah satu input data yang dilakukan di kapal.***

Editor: Muhammad Alif Santosa

Sumber: liputan

Tags

Terkini

Terpopuler