'Aksi Unjuk Rasa' di Depan Balaikota Cirebon Ricuh!

- 11 September 2023, 21:48 WIB
Simulasi penanganan unjuk rasa dalam Pemilu 2024 yang dilakukan oleh Polres Cirebon Kota.
Simulasi penanganan unjuk rasa dalam Pemilu 2024 yang dilakukan oleh Polres Cirebon Kota. /Fanny Kabar Cirebon /

KABARCIREBON - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah warga di Jalan Siliwangi, tepatnya depan Balaikota Cirebon, berakhir ricuh. Pasalnya, puluhan warga yang berunjukrasa terkait Pemilu ini melemparkan air kemasan kepada para petugas kepolisian yang sedang bertugas.

Melihat kericuhan yang terjadi, mobil water cannon yang sedari tadi disiapkan pun merangsek maju di belakang petugas kepolisian yang membawa tameng. Kemudian, mobil ini mengeluarkan air yang ditujukan kepada warga. Alhasil warga pun kocar-kacir.

Namun, semburan air dari mobil water cannon ini tak lantas membuat warga surut. Mereka kembali melempari petugas menggunakan air kemasan, bahkan mereka membakar ban.

Baca Juga: Berjalan Dekat Rel, Seorang Lelaki di Cirebon Tewas Tertabrak KA

Melihat ini, petugas tak ambil diam. Tim pengurai massa kemudian dikerahkan dengan menggunakan sepeda motor. Petugas pengurai massa ini pun dilengkapi senjata yang berisi gas air mata. Suara letusan gas air mata membahana, pengunjukrasa pun kocar kacir, sebab gas itu membuat mata mereka terasa perih.

Adegan di atas bukanlah aksi unjuk rasa yang sebenarnya. Aksi tersebut merupakan penanganan kontijensi dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 atau simulasi penanganan aksi unjuk rasa.

Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar M Rano Hadiyanto mengatakan, saat ini Polres Cirebon Kota memang sedang melakukan simulasi atau pelatihan penanganan unjuk rasa.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Lindungi Masa Depan Guru Honorer dari Perlindungan Sosial

"Tujuannya, salah satunya untuk mempersiapkan pengamanan pada Pemilu 2024, diharapkan nantinya pengamanan Pemilu 2024 bisa berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP)," ujarnya.

Rano menambahkan, dalam simulasi ini ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yaitu kode hijau atau dalam keadaan normal, dan kode kuning di mana aksi unjuk rasa mulai terlihat ricuh. 

"Pelaksanaan simulasi ini sudah dari Minggu lalu yang dilakukan selama tiga hari. Dan juga dilakukan di Minggu ini, hari ini dan besok. Jumlah personel yang dilibatkan dalam simulasi ini sebanyak 300 orang, termasuk juga yang membackup adalah personel TNI," ungkapnya.

Baca Juga: Awal Oktober 2023, Tiga Maskapai akan Layani Rute Penerbangan Harian Domestik di BIJB Kertajati Majalengka

Rano berharap simulasi ini bisa berjalan dengan lancar agar penanganan pengamanan Pemilu pun berjalan lancar.(Fanny)

Editor: Fanny Crisna Matahari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah