Bersiap Menghadapi Dampak El Nino, Musim Tanam Padi di Majalengka Dimungkinkan Dilakukan Dua Kali

- 18 April 2024, 19:57 WIB
Ilustrasi El Nino.
Ilustrasi El Nino. / bmkg.go.id/

KABARCIREBON - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi dan Kertajati menyebut potensi musim tanam padi bagi petani di wilayah bagian Utara Majalengka dimungkinkan hanya bisa dua kali tanam.

Hal ini karena musim penghujan akan segera berakhir, bahkan untuk wilayah Cirebon dan Indramayu, musim kemarau akan lebih dulu terjadi dibanding wilayah lainnya di Ciayumajakuning dan Sumedang.

Menurut keterangan forescater BMKG Jatiwangi dan Kertajati Dian Anggraeni, itu terjadi karena diprakirakan pada bulan Mei, Juni dan Juli terjadi El Nino, ini akan beralih pada netral setelah triwulan ke tiga pada yakni Akhir Juli, Agustus hingga September baru berpotensi beralih ke la nina lemah.

Baca Juga: Kapolres Indramayu: Geng Motor Bikin Onar dan Kriminal Bakal Ditindak Tegas

Untuk curah hujan tiga bulan ke depan, pada bulan April masih sekitar 100 – 400 mm/bulan, ini masih masuk kategori menengah, sedang hingga tinggi.

Pada bulan Mei berangsur turun dengan ketinggian curah hujan antara 20 - 150 mm/bulan, ini masuk kategori rendah sampai dengan menengah.

“Untuk bulan Juni curah hujan sekitar 20 - 100 mm/bulan masuk kategori rendah,” jelas Dian.

Baca Juga: Bupati Imron Minta Para Kuwu Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Terkait Pengunaan Uang Negara

Sehingga menurutnya, jika melihat potensi hujan di wilayah Majalengka maka kemungkinan para petani di Majalengka ini hanya bisa dua kali tanam.

Terkecuali jika ada sumber air yang bisa diandalkan untuk pengairan, baik air yang tersedia di embung, situ atau aliran air dari pengairan teknis lainnya.

Halaman:

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah