Makna Halal Bihalal Pemdes & Kader PKK-Posyandu Desa Karangsuwung Kabupatan Cirebon

- 20 April 2024, 19:21 WIB
Kuwu Desa Karangsuwung Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Arief Nurdiansyah dan Ketua PKK desa setempat, Dwi Tiarasari, halal bi halal dengan kader PKK dan Posyandu, Sabtu (20/4/2024).
Kuwu Desa Karangsuwung Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Arief Nurdiansyah dan Ketua PKK desa setempat, Dwi Tiarasari, halal bi halal dengan kader PKK dan Posyandu, Sabtu (20/4/2024). /Foto/Tangkap Layar/

KABARCIREBON - Pemerintah Desa (Pemdes) Karangsuwung Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, mengadakan halal bihalal bersama kader PKK dan Posyandu.

Kuwu Desa Karangsuwung, Arief Nurdiansyah mengatakan, halal bihalal ini untuk mempererat silaturahmi dengan para kader PKK desa dan Posyandu juga perangkat desa.

Selain itu, dengan silaturahmi seperti ini, sangat diperlukan untuk berbagi informasi sekaligus mencari solusi dari permasalahan yang ada di desa.

Baca Juga: Minimnya Fasilitas Sekolah, Dua Tahun KBM Siswa SMAN Depok Kabupaten Cirebon Terpaksa di Rumah Kades

"Halal bi halal kali ini tentunya bertepatan dengan momentum Idul Fitri, sehingga waktunya untuk saling memaafkan dari kesalahan yang disengaja maupun tidak. Selagi masih Syawalan, maka bulan yang baik ini untuk saling memaafkan," katanya usai acara, Sabtu (20/4/2024).

Pria berkacamata ini menjelaskan, peran kader PKK dan posyandu sangat diperlukan, guna mencegah bayi dan balita terkena stunting.

Maka dengan adanya kebersamaan seperti ini, saling berbagi informasi sekaligus solusi, bilamana ada anak yang terindikasi stunting.

Baca Juga: Pengusaha Muda Aceng Sunato Bidik Calon Wakil Bupati Majalengka Berpasangan dengan Karna Sobahi

"Dengan kekompakan, semua harapan akan terwujud. Kita pasti bisa mewujudkan setiap impian, untuk Karangsuwung ke gerbang lebih baik dan modern," jelasnya.

Pria yang biasa dipanggil Arief ini mengungkapkan, kegiatan Posyandu sangat diperlukan guna mengetahui tumbuh kembang anak, bayi, ibu hamil dan lanjut usia (lansia).

Bila ada yang kurang dari standar kesehatan, akan ditindaklanjuti dengan memberi makanan tambahan dan melaporkan ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Pamer Kemesraan, Apakah Tanda di Pilkada Kuningan Jadi Acep-Rana?

"Berbagai upaya dilakukan pihak desa dalam meningkatkan gizi bayi dan balita. Salah satunya dengan kegiatan penimbangan balita, yang dilakukan kader PKK dan bidan desa," ungkapnya didampingi Ketua PKK desa setempat, Dwi Tiarasari.

Dwi menambahkan, kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan pada tiap titik strategis di desa ini akan mencegah berbagai penyakit bagi para balita. Salah satunya, stunting.

 "Yang utama, kesadaran orang tua itu sendiri dalam memberikan asupan makanan dan vitamin bagi anak. Jangan lupa ibu hamil datang ke Posyandu dan orang tua untuk membawa bayi dan anak ke Posyandu, untuk mengetahui berat badan dan kondisi kesehatan," imbuhnya.

Baca Juga: Gempar, Pensiunan Guru BK Meninggal ketika Menyanyikan Lagu Runtah di Acara Halal Bihalal SMAN 2 Kuningan

Masih dikatakan Dwi, kegiatan Posyandu tak hanya di balai desa, namun masing-masing blok. Yang bertujuan agar mempermudah masyarakat memeriksakan kesehatan.

"Dengan adanya kerjasama yang baik seluruh pihak, khususnya Puskesmas dan bidan desa juga kader PKK, stunting dapat dicegah," ujarnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih atas peran serta seluruh pihak, khususnya bidan desa dan kader PKK desa juga Puskesmas, yang giat melaksanakan kegiatan kesehatan di desa ini.

Halaman:

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah