Dianggap Keramat, Kayu Pusaka di Cirebon Dimandikan dan Disemayamkan Layaknya Jenazah

- 5 Oktober 2023, 17:47 WIB
Proses pengangkatan Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya
Proses pengangkatan Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya /Foto/Andhika/Job/KC/

KABARCIREBON - Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon atau muludan Tuk, memiliki daya tarik tersendiri.

Selain degelae 4 hari 4 malam ditempat yang sama, ada satu tradisi turun temurun yang terbilang unik.

Menjelang arak-arakan di puncak perayaan di malam hari, pada siang harinya digelar panjang jimat.

Baca Juga: Pemerintah Respon Maraknya Pengemis, Gelandangan dan PKL Liar di Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Gunung Jati

Ritual dimaksud yakni dilakukannya pengangkatan sebuah pusaka yang dianggap keramat tidak hanya warga setempat bernama buyut kayu perbatang, Pangeran Mancur Jaya.

Prosesi tersebut dimuai dengan pembacaan shalawat dan dikumandangkan adzan, tujuh orang kemudian turun ke dasar balong untuk mengangkat kayu pusaka tersebut.

Setelahnya, kayu berukuran panjang kurang lebih dua meter itu diserah terimakan untuk kemudian di mandikan dengan air yang telah disiapkan.

Baca Juga: Menyedihkan, dari 42 Cabor di Kabupaten Cirebon, Cuma 10 Persen yang Punya Tempat Berlatih

Setelah di mandikan, kayu tersebut di kafani dan di semayamkan layaknya jenazah manusia.

Juru kunci Situs Balong, Raden Suparja menjelaskan, ritual tersebut rutin diadakan setiap tahun sebelum puncak Muludan berlangsung nanti malam.

"Pengangkatan kayu keramat Pangeran Mancur Jaya dilakukan rutin setiap tahun secara turun temurun. Juga asal usulnya wilayah sekitar ini dan berkaitan dengan buyutnya" katanya saat ditemui usai acara.

Baca Juga: Ini 20 Alamat Pedagang Bakso yang Ngetop di Astanaanyar Bandung, Bakso Akim dan Bakso Si Ujang Memang Enak

Saat ritual berlangsung itu, warga rela berdesakan untuk menyaksikan proses demi proses secara dekat. Bahkan tak sedikit yang mencuci muka hingga meminta air untuk dibawa pulang.
Banyak diantaranya meyakini bahwa air yang digunakan ritual memiliki keberkahan dan menyembuhkan penyakit.(Andhika/Job/KC).***

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah