LPS Jamin Ratusan Nasabah BPR KR Indramayu, Bila Kondisinya Kolaps, Dampak Kredit Macet Sebesar R141 Miliar

- 2 April 2023, 21:09 WIB
Peneliti Ekonomi dai Universitas Pasundan Bandung ungkap orang yang harus bertanggung jawab soal kasus kredit macet yang menimpa BPR KR Indramayu
Peneliti Ekonomi dai Universitas Pasundan Bandung ungkap orang yang harus bertanggung jawab soal kasus kredit macet yang menimpa BPR KR Indramayu /Dok Pemda Kabupaten Indramayu/

KABARCIREBON - Kekhwatiran ratusan nasabah Bank Perkeriditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramyu terkait dugaan tidak akan kembalinya dana yang mereka simpan di BUMD milik Pemkab Indramayu itu cukup beralasan.

Terlebih kredit macet di BPR KR yang mencapai Rp141 miliar tersebut juga telah melibatkan dua orang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sampai dengan saat ini masih belum juga ada penyelesian.

Karenanya, dengan belum terselesaikannya kasus kredit macet itu, kini muncul kekhwatiran  ratusan nasabah terkait dengan dugaan dana yang mereka simpan di BPR KR Indramayu itu benarkan tidak akan kembali?.

Baca Juga: Akan Diselundupkan ke Jakarta Utara, Polres Indramayu Sita Mobil yang Isinya Ini Dia Jutaan Butir Petasan

Sebanyak ratusan nasabah BPR KR Indramayu, mendatangi dan menggruduk kantor BPR KR di Jalan Letnan Jendral S.Parman, Kabupaten Indramayu pada Jumat 30 Maret 2023.

Ratusan orang nasabah mendatangi BPR KR, tidak hanya sekedar ingin menanyakan dananya yang mereka simpan selama ini, juga meluapkan kekesalan dan amarahnya, karena belum juga ada kejelasan pengembalian dana milik mereka.

"Kami hanya ingin uang kami kembali. Dan tolong secepatnya dikembalikan kepada nasabah, karena itu hak dan uang kami," ungkap sejumlah nasabah.

Baca Juga: Rudiana: Maksimalkan Pembangunan Daerah, Sinergitas Eksekutif-Legislatif Perlu Ditingkatkan

Dikutip kabarcrebon.com dalam lamar Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), mengungkapkna, LPS menjamin dana tabungan nasabah bank yang beroprasi di seluruh wilayah Indonesia, baik bank umum maupun BPR/BPRS.

Sekedar diketahui, sejak beroprasi pada 22 September 2005 - 31 Desember 2022, LPS telah melakukan penyelesaian bank gagal dengan melikudasi terhadap 118 bank.

Baca Juga: Usia 541 Tahun Kabupaten Cirebon, Momentum untuk Introspeksi Permasalahan di Masyarakat

"Dari 118 bank yang dilikuidasi tersebut terdiri dari satu bank umum, 104 BPR dan 13 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS)," katanya.

Sedangkan, atas ke-118 bank yang telah dilikuidasi itu, LPS juga telah mambayarkan kalim penjaminan simpanan kepada nasabah sebesar Rp2,1 triliun dengan total sebanyak 286.834 rekening.

Berikut ini syarakat & ketentuan bagi nasabah dan Bank yang masuk dalam katagori penjaminan LPS:

Baca Juga: Ini Dia 5 Rekomendasi Kuliner Indramayu Yang Tak Ada Tandingannya: Mulai dari Blengep Cotot Hingga Mie Ragit

1. LPS menjamin tabungan nasabah bank yg beroperasi di seluruh wilayah Indonesia baik bank umum maupun BPR/BPRS

2. Sesuai dengan tugasnya sebagaimana tercantum pada UU nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS, LPS bertugas untuk menjamin tabungan nasabah di bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank jika bank tempat nasabah menabung mengalami kebangkrutan atau dicabut izin usahanya.

3. Agar simpanan dijamin LPS maka nasabah wajib memenuhi syarat penjaminan LPS yakni syarat 3T.

Baca Juga: DPRD Kota Cirebon Sepakati 4 Usulan Raperda Inisiatif

Adapun syarat 3T ialah:

- Tercatat pada pembukuan bank

-Tingkat Bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS

- Tidak menyebabkan kerugian bank misalnya melakukan tindakan fraud.***

Dapatkan informasi terbaru dan populer Kabar Cirebon di Google News.
 

 

Editor: Epih Pahlapi

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah